Aturan Baru MPL Season 6 Batasi Bisnis Esports Pro Player?

Aturan baru MPL Season 6 terkait larangan pro player Mobile Legends jadi joki akun dan jualan diamond bisa membatasi bisnis esports pemain atau malah meningkatkan profesionalisme? Yang jelas larangan ini hangat diperbincangkan menjelang gelaran MPL Season 6.

Sudah menjadi rahasia umum setiap pro player Mobile Legends memiliki beberapa bisnis yang berkaitan dengan profesi seorang gamer. Bisnis tersebut bisa dalam bentuk store esports, voucher, jualan diamond, hingga menjadi joki akun. Nama besar pro player jelas menjadi daya tarik yang membuat bisnisnya semakin besar.

Kepercayaan terhadap pro player akan semakin tinggi, apalagi ketika pro player tersebut berkesempatan mengikuti kompetisi Mobile Legends terbesar di Indonesia yang bakal dimulai pada Agustus nanti.

Namun, kondisi tersebut bakal terhalang adanya larangan memanfaatkan Mobile Legends Professional League (MPL) Season 6 untuk kepentingan pribadi. Padahal agenda yang sangat ditunggu oleh para pemain Mobile Legends se-Indonesia ini akan semakin melambungkan nama tim dan pemain esports yang bertanding.

“Tidak boleh promosi store, voucher, bahkan ke game lain. Jualan diamond juga tidak boleh,” ujar Steven Age selaku analis Bigetron Alpha.

Larangan tersebut berlaku untuk para pro player dan pelatih yang masuk dalam skuad MPL Season 6. “Yang boleh hanya staf atau analis masih diperbolehkan,” tambah Steven.

Moonton selaku developer Mobile Legends belum memberikan keterangan yang jelas terkait dengan aturan baru tersebut. Dasar aturannya juga masih simpang siur, hanya menjadi perbincangan hangat oleh para penggemar MPL dan para analis.

Gelaran MPL jelas menyedot perhatian para pecinta esports, terutama para gamer mobile. Tak heran info terkait dengan larangan tersebut langsung membuat banyak store esports pemula mulai melirik peluang. Persaingan dengan para pro player akan sedikit berkurang dengan adanya aturan baru MPL tersebut.

Mengingat bisnis esports semakin menggeliat sejak adanya pandemi COVID-19 ini. Banyak store esports mendapatkan peningkatan penjualan untuk berbagai macam produk esports, seperti penjualan voucher, diamond, paket data, hingga jasa joki akun.

Peningkatan penjualan produk-produk esports tersebut dimulai sejak periode awal pandemi. Peningkatan paling drastis pada periode Mei-Juni yang mencapai tiga kali lipat dari periode sebelumnya.

Aturan baru MPL ini jelas dipandang berbeda oleh para pemain pro player yang mempunyai bisnis esports. Mereka mulai mencari solusi agar tetap bisa menjalankan bisnis esportnya. Salah satunya adalah dengan tidak menggunakan nama pro player dan mengganti nama store atau nama penyedia jasa jokinya.

Sebagai atlet esports profesional tentu saja larangan tersebut sangatlah logis. Karena ketika seorang pro player sudah melakoni pertandingan resmi akan berhadapan dengan etika profesional. Mereka tidak bisa lepas dari Moonton sebagai developer Mobile Legends, IESPA, pihak sponsor, dan pihak-pihak resmi lainnya.

“Para pemain profesional harus netral dan tidak memanfaatkan momentum dari MPL Season 6 sebagai ajang promosi untuk kebutuhan pribadi,” pungkas Steven.

Diterbitkan oleh logoesports

Berita Indonesia dan Dunia Terkini Hari Ini, Menyajikan Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Megapolitan, Lifestyle, Teknologi, E-sports, Muslim

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai